Telkomvision Incar Siaran Liga Inggris

JAKARTA — Pemegang merek Telkomvision, PT Indonusa Telemedia, berupaya membeli hak siar Liga Inggris dari operator Astro Nusantara, PT Direct Vision. Direktur Utama Indonusa Rahadi Arsyad mengatakan proposal telah dilayangkan ke manajemen Direct Vision bulan lalu. Isinya, pembagian siaran Liga Inggris musim kompetisi 2008-2009.

Namun, hingga saat ini penawaran harga yang diajukan Indonusa belum mendapat jawaban. “Informasi yang kami peroleh, mereka masih membenahi urusan internal,” kata Rahadi kepada Tempo kemarin. Ia berharap proses pembelian hak siar senilai miliaran rupiah itu rampung sebelum musim kompetisi dimulai pada Agustus nanti.

Ia menambahkan, upaya memperoleh hak siar Liga Inggris juga dilakukan dengan mendekati pemegang hak siar Liga Inggris untuk kawasan Asia Tenggara, ESPN Star Sports, dan Astro All Asia Network Plc (Astro Malaysia). “Star Sports tak bisa berbuat apa-apa karena hak siar sudah dibeli Astro,” tutur Rahadi.

Persoalan Liga Inggris sejak tahun lalu menjadi sorotan publik setelah hak siarnya di Indonesia dikuasai Direct Vision. Sejak saat itu, pemirsa tak bisa lagi menikmati tayangan tersebut secara gratis. Setelah mendapat tekanan publik, Astro akhirnya membagi beberapa tayangan laga klub sepak bola Divisi Utama Inggris itu ke TVOne, yang menang tender pada September 2007.

Adanya tender pembagian siaran dengan televisi terrestrial itu tidak berarti masalahnya tuntas. Tiga operator televisi berbayar, yakni PT MNC Skyvision (Indovision), PT Indosat Mega Media (IM2), dan Indonusa, mengadukan penguasaan siaran Liga Inggris itu ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha.

Ketiganya menuding Star Sports, Astro All Asia Network Plc, dan Direct Vision berniat memonopoli pasar televisi berbayar di Indonesia. Saat ini kasus tersebut telah memasuki tahap pemeriksaan lanjutan sebelum masuk ke sidang majelis untuk pengambilan putusan.

Rahadi mengatakan tidak ingin usaha pembelian hak siar Liga Inggris dikaitkan dengan perkara tersebut. Menurut dia, industri televisi berbayar seharusnya tak bersaing lewat isi siaran, melainkan layanan kepada pelanggan. “Semua harus mendapat isi siarannya, sehingga harga di masyarakat jadi terjangkau,” ujar pria yang pernah menjabat Wakil Direktur PT Broadband Multimedia Tbk, induk Direct Vision, ini.

Vice President Corporate Affair Direct Vision Halim Mahfudz malah mengatakan tak mendengar adanya tawaran berbagi siaran Liga Inggris dari Telkomvision. Dia menegaskan Direct Vision bukanlah pemegang hak siar Liga Inggris. “Itu masih milik ESPN Star Sports,” katanya.

Khusus untuk kawasan Malaysia, Indonesia, dan Brunei, dia menambahkan, Star Sports menyerahkan broadcasting right Liga Inggris kepada Astro Malaysia. Menurut dia, posisi Direct Vision hanya sebagai pembawa merek dan isi siaran Astro di Indonesia. “Itu bukan kewenangan kami,” ujarnya.AGOENG WIJAYA ( dering online )

~ oleh muliaman di/pada Juni 18, 2008.

Satu Tanggapan to “Telkomvision Incar Siaran Liga Inggris”

  1. ahh.. menurut gwe seh? sm aja, wajar kalo TV lokal kita gak bisa bayar HAK SIAR smpai skitar 1,2 triliun Rp, gila deh!!!
    payah indonesia, gmn seh ASTRO? wong u gak ada kita tentrem aja bs nonton liga inggris!!! gini kalo kita masih dikuasai penjajahan asing!!!

Tinggalkan Balasan