Divre VI Luncurkan Inovasi TELKOM Teleconference “PLUS”

Kenaikan harga BBM yang diikuti dengan kenaikan harga kebutuhan lainnya dipastikan berdampak pada kenaikan biaya operasional perusahaan. Sangat logis bila langkah penghematan di semua lini operasi menjadi solusi yang ditempuh beberapa perusahaan. Pertemuan dan rapat-rapat  yang biasanya memerlukan perjalan dinas, umumnya pertama kali yang menjadi sasaran efesiensi atau pemangkenangkap peluang tersebut sekaligus sebagai upaya meningkatkan pendapatan POTS, Divre VI melaunching inovasi produk “TELKOM Teleconference Plus”, saat acara gathering prime customer di Balikpapan belum lama ini. Saat ini produk tersebut telah siap untuk dikomersialkan.
 
Inovasi “Telkom Teleconference Plus” muncul saat melihat produk teleconference yang telah  ada tidak dapat menampilkan nomor telepon peserta conference, serta tidak flexible bila moderator ingin memperpanjang masa conference. Selain itu kapasitasnya pun juga sangat terbatas, hanya 10 room saja dimana kapasitas tersebut hanya cukup digunakan untuk kepentingan internal Divre VI saja.
 
“Keunggulan produk ini, moderator dapat mengetahui semua nomor telepon baik PSTN maupun GSM yang sedang online atau bergabung dalam conference melalui situs http://conference.borneocafe.asia Bukan itu saja, bila moderator ingin memperpanjang masa conference, dia dapat melakukannya tanpa harus menghubungi 147. Selain itu ada beberapa pilihan pricing bagi moderator,” ujar EGM Divre VI Kalimantan Triana Mulyatsa. “Kami optimis produk ini bisa diterima pasar yang sedang membutuhkan usaha untuk efisiensi,” tambahnya lagi.
 
“Dengan mengetahui nomor telepon yang sedang berconference, moderator bisa mengetahui nomor telepon mana yang tidak diundang. Selanjutnya dia bisa menentukan boleh tidaknya nomor telepon tersebut terlibat dalam teleconference,” terang SM Product Business & Performance Suarjaya Alit Mandala, unit yang melahirkan produk ini.
 
Cara pendaftaran penggunaan produk ini tidak jauh berbeda dengan  produk yang telah ada, moderator terlebih dahulu melaporkan ke operator 147. Bedanya kalau sebelumnya akses ke nomor 0542-58 00 17, kali ini ke nomor 0542-758 00 00, lebih mudah diingat dan telah mengantisipasi penambahan digit nomor di masa depan.
 
Selama masa promosi dan pengenalan produk di pasar Kalimantan sampai dengan bulan September 2008 nanti, tiga skema pentarifan digunakan untuk produk tersebut, yaitu :
  • Tarif normal, adalah tarif biaya komunikasi yang berjalan seperti saat ini.
  • Tarif  PSTN flat se Kalimantan per menit untuk moderator maupun anggota pada 30 menit pertama, dan lebih murah untuk moderator maupun anggota pada menit selanjutnya.
  • Tarif paket, dibagi menjadi tiga sesuai jumlah membernya.
Paket  pertama untuk 10 member, paket dua 20 member, dan paket ketiga untuk 30 member. Semakin banyak membernya semakin murah tarif per member per menitnya. Untuk tarif paket ini seluruh biaya percakapan dibebankan kepada moderator, anggota tidak dikenakan biaya percakapan.
 
“Selama masa pengenalan, kami sengaja membuat beberapa model pentarifan  untuk menarik calon pengguna dan memberikan kemudahan bagi calon pengguna untuk memilih skema mana yang cocok dengan dan lebih memberikan value tertinggi bagi perusahaannya,” jelas EGM Triana.
 
Produk teleconference ini memiliki kapasitas 30 room dengan maksimal pemakaian secara bersamaan 90 member. “Untuk melihat animo pasar, kapasitas ini sementara kami pandang memadai. Jika kemudian ternyata pasar sangat antusias menggunakan produk ini, kami akan mengekspan kapasitasnya. Hal tersebut lebih mudah dilakukan daripada saat mendevelop awalnya,” jelas Wasito Adi, Manager Product Performance yang langsung membidani inovasi produk tersebut.(mtq/deringonline))

 

 

 

 

 

 

 

 

 

~ oleh muliaman di/pada Juni 19, 2008.

Tinggalkan Balasan