Rabu (4/6), DGM Telkom Kalbar di damping Mgr. UNER-6 Area Pontianak Kurnia Waras T dan JM Kancatel Pemangkat Engkos Rustiko ber silaturahmi dengan Bupati Sambas yang diterima langsung oleh Bupati Sambas Ir. H Burhanuddin A. Rasyid.
Kecepatan Speedy up to 1 Mbps
•Juni 3, 2008 • Tinggalkan sebuah KomentarDalam rangka memperingati 100 tahun hari Kebangkitan Nasional, Telkom mempersembahkan kecepatan akses layanan Speedy hingga 1 Mbps downstream dan 128 kbps upstream untuk bangsa Indonesia.
Peningkatan kecepatan ini telah dilakukan di sebagian lokasi di 59 kota dan akan terus diperluas hingga ke seluruh area cakupan layanan Speedy di lebih dari 220 kota di seluruh Indonesia.
Pelanggan Speedy dapat menikmati peningkatan kecepatan ini tanpa dikenai tambahan biaya apa pun.
Untuk dapat melihat daftar lokasi yang sudah dapat menikmati kecepatan Speedy up to 1 Mbps klik di sini.
Untuk melihat daftar lokasi yang sudah dapat menikmati kecepatan Speedy up to 1 Mbps di Divre I (sumatera), klik di sini.
Untuk detail informasi lokasi hubungi 147.
Tarif FLEXI ke seluruh Indonesia hanya RP 49 per menit & RP 5.000 SMS Sepuasnya
•Juni 2, 2008 • Tinggalkan sebuah KomentarSetelah berhasil dengan Program Gratis Pulsa 100 persen PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom) meluncurkan program Flexi Jumbo Bonus. Program ini memberikan keuntungan kepada pelanggan berupa tarif flat Rp 49 per menit ke seluruh Indonesia, dan SMS sepuasnya hanya dengan Rp 5.000. Program promo ini berlaku mulai 1 Juni 2008 hingga 31 Agustus 2008.
Vice President Public & Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia menjelaskan, program baru ini….

Lanjutkan membaca ‘Tarif FLEXI ke seluruh Indonesia hanya RP 49 per menit & RP 5.000 SMS Sepuasnya’
Robok-Robok, Aset Wisata Budaya Mempawah
•Juni 1, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar Perahu bermuatan pangeran ratu melaju tenang diatas permukaan air Sungai Mempawah. Perahu lancang kuning yang tersohor itu bertolak dari Keraton Amantubillah. Setibanya di muara, seorang punggawa keraton mengumandangkan azan. Selepas itu, putra mahkota dan punggawanya membuang sesajain ke laut sebagai talak bala.Begitulah inti kegiatan robok-robok yang berlangsung di Kuala Mempawah, pertengahan Maret lalu. Sejak pagi, masyarakat berbondong-bondong memadati lapangan di tepi Sungai Mempawah, sekitar 200 meter dari muara. Menjelang siang pengunjung yang datang semakin membludak. Bukan cuma warga Kuala Mempawah, tapi juga hanyak yang datang dari berbagai kampung di Kabupaten Pontianak. Bahkan tak sedikit warga Kota Pontianak yang sengaja datang dengan menempuh perjalanan darat sekitar 2 jam.Sejumlah pasangan muda-mudi datang menggunakan sepeda motor. Beberapa keluarga menggunakan mobil pribadi. Ada juga beberapa rombongan yang datang menggunakan mobil bak terbuka dan truk. Alhasil, sekitar 200 meter dari mulut jalan menuju lokasi terjadi kemacetan. Terlebih di sepanjang jalan menuju lapangan terdapat kios-kios para pedagang yang menjajakan berbagai produk, seperti pakaian, makanan, minuman, aksesoris, vcd, dan sebagainya. Kendati hari itu cuaca begitu panas, matahari bersinar terik, namun tak mengendurkan niat orang untuk datang. Tujuan mereka satu, ingin menyaksikan robok-robok sekaligus berbelanja dan menikmati hiburan gratis. Beberapa turis asing pun nampak di antara ratusan pengunjung lokal.
Di lapangan, sejumlah tamu sudah menempati kursi-kursi beratap tenda besar yang menghadap sungai. Pengunjung yang tidak kedapatan kursi berdiri di bibir sungai. Tak lama kemudian perahu kuning yang membawa rombongan Pangeran Ratu dari Istana Amantubillah, DR Ir. Martian Adijaya Kesuma Ibrahim, MSc melaju di atas permukaan air Sungai Mempawah, sekitar 20 meter dari tempat para tamu duduk. Ketika memasuki Muara Mempawah, Pangeran Ratu dijemput oleh putra mahkota dan sejumlah punggawa keraton dengan menaiki perahu lancang kuning. Lanjutkan membaca ‘Robok-Robok, Aset Wisata Budaya Mempawah’ |
OASE IMAN
•Mei 31, 2008 • Tinggalkan sebuah KomentarSungguh, Al Quran Adalah Kalamullah
Membuktikan al-Quran Sebagai Kalamullah
Al-Quran telah diturunkan pada 14 abad yang silam. Sekarang, al-Quran berada di hadapan manusia sudah dalam bentuk buku yang tersusun dari awal hingga akhir. Berkaitan dengan hal ini, ada beberapa realitas yang tak dapat dipungkiri. Pertama, semua manusia baik kafir ataupun muslim mengakui bahwa Al-Quran yang ada di hadapan kita itu dibawa oleh manusia yang bernama Muhammad. Bedanya, orang-orang kafir–meyakini bahwa al Quran itu dibawa sekaligus merupakan ajaran Muhammad sehingga mereka menyebut Islam sebagai Mohammadani. rme (paham Muhammad). Sebaliknya, kaum mukmin meyakini bahwa al-Quran berasal dari Allah Swt. yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw.
AUTISME
•Mei 29, 2008 • Tinggalkan sebuah KomentarSebuah penyakit yang satu abad yang lalu hampir tidak terdengar sama sekali, kini sudah hampir menjadi sesuatu yang normal. Perkembangan autisme terutama makin melejit di beberapa dekade terakhir…….
Kata-kata bijak
•Mei 23, 2008 • Tinggalkan sebuah KomentarApabila kamu tidak dapat memberikan kebaikan kepada orang
lain dengan kekayaanmu, berilah mereka kebaikan dengan
wajahmu yang berseri-seri, disertai akhlak yang baik.
(Nabi Muhammad SAW)
Persiapan Pendi..
•Mei 21, 2008 • 1 KomentarIkan lele merupakan salah satu jenis ikan air Tawar yang sudah dibudidayakan secara komersial oleh masyarakat Indonesia terutama di Pulau Jawa. Budidaya lele berkembang pesat dikarenakan 1) dapat dibudidayakan di lahan dan sumber air yang terbatas dengan padat tebar tinggi, 2) teknologi budidaya relatif mudah dikuasai oleh masyarakat, 3) pemasarannya relatif mudah dan 4) modal usaha yang dibutuhkan relatif rendah.

Refreshing ala Mempawah..
•Mei 21, 2008 • 1 Komentar
Saat ini di Catel Mempawah ada tempat wisata baru, gabungan wisata Kuliner dan wisata alam.
Dengan luas 2 ha STO Mempawah sangat mubazir kalau tidak di manfaatkan apalagi pak Eno sebagai komandan sangat tertarik dengan kegiatan – kegiatan yang bersifat alam. dengan kerjasama rekan-rekan semua tanpa meghiraukan panas terik dibuatlah kolam Lele dan nila dengan ukuran 8 x 10 meter lengkap dengan pulaunya mirip pulau Samosir di Tapanuli, sebelumnya kami sudah mempunyai kolam dengan ukuran 1×1 meter, itulah sebabnya disebut wisata kuliner karena setiap saat bisa makan dengan lauk ikan Lele dan nila…



Perahu bermuatan pangeran ratu melaju tenang diatas permukaan air Sungai Mempawah. Perahu lancang kuning yang tersohor itu bertolak dari Keraton Amantubillah. Setibanya di muara, seorang punggawa keraton mengumandangkan azan. Selepas itu, putra mahkota dan punggawanya membuang sesajain ke laut sebagai talak bala.
Kendati hari itu cuaca begitu panas, matahari bersinar terik, namun tak mengendurkan niat orang untuk datang. Tujuan mereka satu, ingin menyaksikan robok-robok sekaligus berbelanja dan menikmati hiburan gratis. Beberapa turis asing pun nampak di antara ratusan pengunjung lokal.




